Monday, February 6, 2012

Prospek Bisnis Belut Dan Sidat Semakin Menarik

Meski tergolong mahal, harga sepertinya tidak ada artinya bagi warga ekspatriat yang tinggal di Indonesia, apalagi orang-orang Jepang dan Korea. Bahkan di Jepang, sidat menjadi menu favorit yang disajikan dengan berbagai olahan seperti Kaboyaki, Pilet, Sidat Asap, hingga nuget. Sidat memiliki kandungan vitamin A 45 kali lebih tinggi dari susu sapi. Begitu juga dengan DHA sidat mencapai 1373 mg/100 gram, sementara ikan salmon saja hanya 748 mg/100 gram, serta dipercaya dapat meningkatkan vitalitas pria dewasa. Di Indonesia sidat juga bisa ditemukan di supermarket kelas menengah atas dengan harga Rp.86 ribu (sekitar 25-40 gram). Selain itu banyak juga restoran Jepang dan Korea yang banyak menyajikan sidat.

Jenis ikan sidat yakni Anguilla marmorata merupakan pasar favorit di China, Hongkong dan Taiwan. Sementara,jenis Anguilla Bicolor menjadi primadona di pasar ikan sidat di Jepang dan Korea Selatan. Total kebutuhan dunia atas ikan sidat saat ini melebihi 400 ribu ton/tahun.

"Kita berkepentingan memacu produktifitas ikan sidat. Ini, untuk mendiversifikasikan jenis ikan tidak hanya melulu pada udang dan tuna. Secara bertahap,ikan sidat yang kita ekspor dirubah dalam bentuk semi olahan. Tidak lagi benih,"

Permintaan sidat di pasar lokal cukup banyak. Begitu juga dengan permintaan ekspor sidat dari Jepang meningkat menjadi 2000 ton di tahun 2011. Hal ini dikarenakan Jepang telah menutup akses impor sidat dari Taiwan dan China yang tercemar bakteri patogen. Dengan demikian tentu permintaan sidat ke Indonesia akan meningkat tajam. Dari kebutuhan sidat di Jepang 60 ribunya masih belum terpenuhi, padahal di Jepang juga punya jenis sidat Japonica sp

Permintaan sidat di pasar lokal cukup banyak. Begitu juga dengan permintaan ekspor sidat dari Jepang meningkat menjadi 2000 ton di tahun 2011. Hal ini dikarenakan Jepang telah menutup akses impor sidat dari Taiwan dan China yang tercemar bakteri patogen. Dengan demikian tentu permintaan sidat ke Indonesia akan meningkat tajam. Dari kebutuhan sidat di Jepang 60 ribunya masih belum terpenuhi, padahal di Jepang juga punya jenis sidat Japonica sp.

Kabar baiknya lagi, petani sidat juga masih sedikit, padahal persediaan bibit tidak terbatas di sepesisir laut Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Selain itu, pemerintah juga telah melarang ekspor bibit sidat keluar negeri yang tertuang dalam PerMen 18/2009.

Namun sayang, saat ini banyak pondok-pondok yang didirikan warga Jepang dan Korea di daerah Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat yang berfungsi ganda sebagai tempat penampungan bibit dari masyarakat sekitar untuk dibesarkan di kolam pembesaran milik asing dan dibuat berbagai macam produk olahan sidat yang kemudian di ekspor ke negaranya masing-masing.


6 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. saya berminat dan dari dulu memang pengen banget usaha yg mempunyai prospek, kalao bisa minta alamat penyalur bibit sidat gan, trims...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ni saya banyak mas benih sidatnya. 085204019992 call ya

      Delete
  3. Salam sukses
    saya lagi butuh arang batok kelapa untuk produksi Briket kebutuhan 5ton/hari yg dr Sulawesi apakah ada
    Pabrim Kami di Bogor...
    klo ada bisa hub P'Rony 081291267833

    ReplyDelete
  4. mas saya produksi arang batok kelapa
    bapa per kg nya berapa ya
    bisa sms ke sini cepi 089632659588

    ReplyDelete

Peluang Bisnis Ekspor Terbuka Lebar, Dengan Ide Besar Kita Bisa Bangun Usaha Ini Tanpa Modal. Bila Ingin Belajar Bisa Bergabung di Forum BDR Bila anda adalah supplier untuk barang-barang ekspor, dengan senang hati kami menerima kerjasama pemasaran untuk produsesn dan marketing, silahkan kontak kami

Artikel Terbaru Forum Bisnis Ekspor Indonesia